BUDIDAYA BAWANG DAUN

 

PENDAHULUAN
Bawang daun yang banyak dibudidayakan di Indonesia ada tiga macam, yaitu:
Bawang prei atau leek (Allium porum ), tidak berumbi dan mempunyai daun yang lebih lebar dibandingkan dengan bawang merah maupun bawang putih, pelepahnya panjang dan liat serta bagian dalam daun berbentuk pipih.
Kucai (Allium schoercoprasum), mempunyai daun kecil, panjang, rongga di dalam daun kecil dan berwarna hijau, serta berumbi kecil.
Bawang bakung atau bawang semprong (Allium fistulosum), berdaun bulat panjang dengan rongga dalam daun seperti pipa, kadang-kadang berumbi.
Bawang daun yang termasuk dalam famili Liliaceae ini mempunyai aroma dan rasa yang khas, sehingga banyak digunakan untuk campuran masakan seperti soto, sop dan lainnya, dan juga banyak dibutuhkan oleh perusahan produsen mie instan.

Sifat gizi
Daun bawang adalah makanan kaya vitamin K dan 100 g. sayuran ini mengandung 47 ug. vitamin K
Kandungan nutrisi : 0.81 mg. besi, 2,19 g. protein, 63 mg. kalsium, 2,27 g. serat, 267 mg. kalium, 8,60 mg. yodium, 0,31 mg. zinc, 3.26 g. karbohidrat, 16 mg. magnesium, 4,40 mg. natrium, 123,16 ug. vitamin A, 0,09 mg. vitamin B1, 0,07 mg. vitamin B2, 0,77 mg. Vitamin B3, 0,14 ug. Vitamin B5, 0,26 mg. vitamin B6, 1,60 ug. vitamin B7, 103 ug. vitamin B9, 0 ug. vitamin B12, 26 mg. vitamin C, 0 ug. vitamin D, 0,53 mg. vitamin E, 48 mg. fosfor, 29 kkal. kalori, 0 mg. kolesterol, 0,29 g. lemak, 3.14g. gula dan 74 mg. purin.

Manfaat daun bawang
Tingginya kandungan vitamin K dalam sayuran ini membuatnya bermanfaat bagi pembekuan darah yang tepat. Makanan ini juga bermanfaat untuk metabolisme tulang.
Air adalah komponen utama, mengandung karbohidrat yang rendah, kaya serat dan vitamin dan mineral tertentu.
Mengandung mineral kalium, dan juga magnesium, kalsium dan zat besi.
Kalsium dan zat besi hanya mengasimilasi, tidak seperti yang terdapat pada makanan hewani.
Daun bawang merupakan sumber folat dan vitamin C juga mengandung vitamin B6, meskipun jumlahnya kecil.
Folat yang terlibat dalam produksi sel darah merah dan putih dalam sintesis materi genetik dan pembentukan antibodi sistem kekebalan tubuh.
Vitamin C memiliki tindakan antioksidan, yang terlibat dalam pembentukan kolagen, tulang, gigi dan sel-sel darah merah akan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan dan meningkatkan daya tahan terhadap infeksi.
Vitamin B6 berperan pada metabolisme sel dan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Mengandung kalium yang merupakan mineral penting untuk mengontrol saraf dan menjaga keseimbangan tekanan darah, mencegah stres dan gangguan mental lainnya. Kalium juga mampu mengatur berbagai hormon dalam tubuh termasuk hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

PERSYARATAN TUMBUH
Bawang daun cocok tumbuh, di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 250-1500 m dpl, meskipun di dataran rendah anakan bawang daun tidak terlalu banyak. Daerah dengan curah hujan 150-200 mm/tahun dan suhu harian 18-25 0C cocok untuk pertumbuhan bawang daun. Tanaman ini menghendaki pH netral (6,5-7,5) dengan jenis tanah Andosol (bekas lahan gunung berapi) atau tanah lempung berpasir.

BUDIDAYA TANAMAN
Benih
Benih bawang daun dapat berasal dari biji atau dari tunas anakan (stek tunas). Tunas anakan diperoleh dengan cara memisahkan anakan yang sehat dan bagus pertumbuhannya dari induknya. Benih bawang yang berasal dari biji mempunyai kelemahan yaitu waktu panen yang lebih lama dibandingkan dengan benih yang berasal dari tunas anakan.

Yang saya gunakan adalah dengan semai dari biji menggunakan benih bawang daun Fragan dari know you seed dengan spesifikasi

Tinggi tanaman : 60 cm

Berat rata-rata  :  300 gram

Semai hingga panen sekitar 120-150 hari

Tahan suhu panas, kering dan lembab, pertumbuhan kuat dan subur

Baca Juga : Dapatkan aneka benih dengan harga murah seribuan tiap bungkusnya, wujudkan impian anda untuk membuat kebun yangditumbuhi aneka ragam sayuran dengan harga yang sangat ekonomis

Bibit dari stek tunas dapat langsung ditanam di lapangan dengan terlebih dahulu mengurangi
perakarannya untuk mengurangi penguapan. Benih dari biji harus disemai dahulu sebelum ditanam di lapangan. Media semai berupa campuran pupuk kandang dan tanah (1:1) yang telah digemburkan. Biji disebar secara merata kemudian ditutup dengan lapisan tanah tipis (dengan ketebalan 0,5-1 cm) dan disiram secukupnya. Bibit siap dipindahkan ke lapangan bila telah mempunyai 2-3 helai daun.

Penyiapan Lahan dan Penanaman
Lahan dicangkul dengan kedalamam 30-40 cm kemudian ditambahkan pupuk kandang. Hal ini dilakukan karena bawang daun menghendaki tanah yang gembur untuk pertumbuhannya. Kemudian siapkan bedengan dengan lebar 1-1,2 m dengan panjang sesuai dengan kondisi lahan. Parit antar bedengan dibuat dengan kedalaman 30 cm dan lebar 30 cm. Pembuatan parit sangat diperlukan agar drainase lancar karena bawang daun tidak menyukai adanya genangan air. Jarak tanam yang digunakan 20 cm x 25 cm, 25 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm. Penanaman dilakukan dengan cara membuat lubang tanam kecil dan bibit atau tunas anakan ditanam dengan posisi tegak lurus dan ditimbun dengan tanah kembali dan disiram.

Baca juga: Manfaat sprayer pada persemaian, jualsprayer harga ekonomis

Untuk kebun rumahan saya menggunakan polibag dengan ukuran 15 X 30 cm sudah cukup, untuk media tanam sama dengan dilahan luas cuman untuk mengikat air dalam media tanam saya tambahkan media cocopat, lebih baik lagi tambahkan sekam bakar.

Baca juga : jual aneka jenis polibag untuk mediatanam dengan harga yang sangat ekonomis

 

Pemeliharaan
Penyiangan terhadap gulma dapat dilakukan bersamaan dengan pendangiran untuk menggemburkan tanah yang mungkin mengalami pemadatan. Selain itu diperlukan penimbunan pada pangkal batang. Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan warna putih pada batang semu bawang daun. Bawang daun berkualitas mempunyai batang semu yang berwarna putih dengan panjang kurang lebih 1/3 keseluruhan tanaman. Batang semu yang berwarna putih rasanya lebih enak sedangkan yang berwarna hijau lebih liat sehingga kurang disukai. Penimbunan batang sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari pembusukan batang dan daun terutama saat tanaman masih muda.

Baca juga : Cara praktis membuat pupuk bokhasi

Penyiraman harus dilakukan terutama bila bawang daun ditanam pada musim kemarau, sedangkan apabila ditanam dimusim penghujan drainase harus diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi genangan air di lahan.

Pemupukan terdiri dari pupuk kandang yang diberikan pada saat pengolahan tanah dengan dosis 10-15 ton/ ha. Pupuk lain yang diperlukan adalah pupuk Urea 200 kg/ha yang diberikan 2 kali yaitu pada saat tanaman berumur 21 hari (setengah dosis) dan sisanya pada saat tanaman berumur 42 hari. Pupuk SP 36 dan KCl juga diberikan dua kali seperti pupuk Urea, dengan dosis pemupukan pertama SP 36 50 kg dan KCl 50 kg, dan pemupukan kedua SP 36 50 kg dan KCl 25 kg. Pemupukan dilakukan dengan membuat larikan kurang lebih 5 cm di kiri dan kanan batang, dan menaburkan pupuk pada larikan tersebut dan menimbunnya kembali dengan tanah.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Hama yang banyak ditemukan di pertanaman bawang daun antara lain adalah Agrotis sp. (menyebabkan batang terpotong dan putus sehingga tanaman mati), Spodoptera exigua (ulat bawang yang memakan daun bawang daun), dan Thrips tabaci (menghisap cairan daun). Pengendalian ulat bawang secara mekanis dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur dan memusnahkannya. Pengendalian dengan pestisida harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya.

Penyakit yang menyerang tanaman bawang daun adalah Erwinia carotovora dengan gejala berupa busuk lunak, basah dan mengeluarkan bau yang tidak enak, selain itu juga serangan Alternaria porri (bercak ungu) yang menyerang daun. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman untuk memutus siklus hidup penyakit dan sanitasi kebun agar tidak lembab. Kondisi kebun yang kotor dan lembab menyebabkan penyakit dapat berkembang dengan cepat.

Panen dan Pascapanen
Tanaman bawang daun mulai dapat dipanen pada umur 2 bulan setelah tanam. Potensi hasilnya berkisar antara 7-15 ton/ha. Pemanenan dilakukan dengan mencabut seluruh bagian tanaman termasuk akar, buang akar dan daun yang busuk atau layu. Apabila bawang daun akan ditanam kembali pada pertanaman berikutnya, maka dilakukan pemilihan tunas anakan yang sehat dan bagus pertumbuhannya kemudian dipisahkan dari bagian tanaman yang hendak dijual.

Sortasi sederhana dilakukan dengan menggabungkan rumpun yang berdaun besar secara terpisah dengan rumpun yang berdaun kecil. Pengikatan rumpun bawang daun dilakukan dengan lebih dahulu memberi alas pada bagian luar rumpun sehingga ikatan tidak langsung mengenai rumpun bawang daun. Bawang daun tidak dapat disimpan lama, sehingga sebaiknya segera dipasarkan agar mutunya masih terjaga saat sampai ke tangan konsumen.

 

Itulah sobat tutorial budidaya daun bawang. share artikel ini apabila bermanfaat ya dan like fans page kami kebun rumahan untuk mendapatkan artikel yang menarik, gabung digroup facebook kami komunitas kebun rumahan untuk belajar berkebun

Sumber dan rujukan
Pengalaman pribadi Saat menanam bawang daun
https://daunbuah.com/
Petunjuk teknis budidaya tanaman sayuran
Wiwin Setiawati, Rini Murtiningsih, Gina Aliya Sopha dan Tri Handayani
BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

4 Responses to BUDIDAYA BAWANG DAUN

  1. Ahmad khoerudin berkata:

    Terima kasih, atas artikelnya, sangat bermanfaat.

  2. Rudi berkata:

    Sangat bermanfaat gan, best article

  3. kebun rumahan berkata:

    sip, sama-sama pak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.