Budidaya Pagoda

Pendahuluan

Pagoda merupakan jenis sayuran yang masih termasuk ke dalam jenis sawi. Pagoda memang masih terdengar asing di telinga orang indonesia. Ciri khas tanaman ini adalah permukaan daun keriting dan warna hijau. berat tanaman bisa mencapai 200 gram. Masa panen pagoda 40-45 hari setelah semai. Rasa lesat dan tekstur renyah, biasanya sayuran ini dimasak dengan cara ditumis atau dijadikan soup. Tanaman ini cocok dibudidayakan baik didataran tinggi maupun dataran rendah.

Pagoda memiliki banyak sekali kandungan yang baik untuk kesehatan. Zat kimia ini antara lain alkaloid, kalium, iodium, dan zat samak. Senyawa ini sangat baik untuk tubuh dan menjaga kesehatan. Pada akar bunga pagoda memiliki khas dan karakteristik sifat dingin dan pahit. Kandunganya yang sangat peka terhadap anti radang, anti bacterial dan peluruh zat diuretic. Sedangkan pada daun pagoda memiliki khas manis dan hangat. Baik bekerja sebagai homeostatis.

Persyaratan Tumbuh
Pagoda cocok tumbuh, di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 250-1500 m dpl, tanah gembur, cukup sinar matahari, aerasi sempurna (tidak tergenang air) dan pH tanah 5,5–6. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman ini 20-28 0C

Budidaya Tanaman
1. Persemaian
Benih pagoda bisa dibeli ditoko pertanian atau toko online. karena pagoda termasuk jenis tanaman yang belum banyak diketahui oleh masyarakat jadi tidak semua toko pertanian menjual benih pagoda. Benih pagoda yang kami rekomendasikan adalah produk dari Know You Seed biasanya dijual dengan kemasan 5-10 gram, dalam 1 kemasan terdapat ribuan butir benih, untuk kebutuhan perumahan dengan ukuran tersebut benih lebihnya banyak sekali. untuk kebunrumahan saya sarankan beli yang kemasan ekonomis jadi benih tidak mubah karena tidak terpakai. bagi yang ingin belanja benih bisa dilihat disini

benih sawi pagoda

Benih disemai dalam baki plastik/kayu  yang diberi media semai setebal ± 3 cm. Media tumbuh merupakan campuran pupuk kandang atau kompos halus dengan tanah berbanding 1:1.

media semai disiapkan diusahakan jarak ditata rapi 

Media tumbuh dibasahi secukupnya secara merata, kemudian benih disebar secara merata dan ditutup dengan tanah halus setebal ± 1 cm. Setelah benih disebar kemudian ditutup dengan plastik hitam. Penutup dibuka setelah benih tumbuh merata (2-3 hari setelah sebar) setelah benih berkecambah maka benih langsung ditempatkan ditempat yang terkena sinar matahari, karena kalo tidak terkena sinar matahari maka benih akan kutilang atau etolasi. Etiolasi adalah pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan cahaya matahari. Kloroplas yang tidak terkena matahari disebut etioplas.

setelah 2-3 hari benih mulai berkecambah segera kenalkan dengan sinar matahari

setelah berdaun 3-4 helai bibit bisa di pindah di media sapih

Kurang lebih 7 hari setelah semai (berdaun 3-4 helai) tanaman dipindah di media sapih dalam pot plastik. media sapih diletakkan di lahan persemaian yang diberi naungan atap plastik berwarna putih. Bibit siap tanam di lapangan ± 10-15 hari setelah disapih.

benih dimedia sapih sudah siap pindah ke media tanam

2. Pengolahan Tanah dan pemupukan
Tanah diolah dengan cangkul/bajak. Kemudian dibuat bedengan/petak berukuran 1 x 5 m. Dibuat lubang-lubang pada bedengan dan diberi pupuk kandang + pupuk buatan (pupuk kandang 0,5 kg + campuran ZA, TSP dan KCl 15 gram dengan perbandingan 1:2:1) per lubang, kemudian lubang ditutup kembali dengan tanah. Tanam per lubang 1 tanaman dengan jarak tanam 40 x 50 cm dan jarak antar bedengan 0,5 m. Pupuk lanjutan diberikan pada umur tanaman 20 hari setelah tanam di dekat tanaman dengan jarak 5 cm.

untuk penanaman menggunakan polibag atau pot minimal menggunakan ukuran 30-30 cm, untuk media sama dengan penanaman konvensional.untuk penanaman dengan polibag atau pot disarankan untuk menambahkan cocopead yang mampu menyimpan cadangan air. media untuk penanaman menggunakan polibag saya menggunaka tanah + pupuk kompos bokashi+ cocopead dan ternyata hasilnya sangat memuaskan untuk pupuk bokasi bisa dibuat sendiri dengan mudah, untuk caranya bisa dilihat disini.

untuk yang tidak suka ribed juga bisa menggunakan pupuk organik anorganik saya sarankan pakai pupuk NPK pak tani 16-16-16, saya sudah mencoba sendiri dan hasilnya sangat bagus karena unsur hara yang lengkap adapun keunggulanya sebagai berikut :

  1. Mengandung unsur hara seimbang N, P, K dilengkapi MgO dan CaO.
  2. Mengandung Nitrat 7% sehingga cepat diserap tanaman, mempercepat pertumbuhannya.
  3. Sangat mudah larut dalam air sehingga bisa diaplikasikan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan terutama dengan cara kocoran atau penyiraman melalui akar.
  4. Unsur hara NPK mudah diserap tanaman, sehingga memacu pertumbuhan tanaman pada masa vegetatif maupun generatif.
  5. Bisa digunakan untuk memupuk berbagai tanaman, baik tanaman pangan seperti padi dan jagung, hortikultura, sayuran, buah-buahan, bunga, palawija maupun tanaman perkebunan.

                                                 Pupuk NPK Pak tani 16-16-16

untuk aplikasi pemakaian dan kandungan yang terdapat pada pupuk NPK 16-16-16 bisa lihat disini.

3. Penanaman dan pemeliharaan
Penanaman bibit 1 tanaman per lubang dengan jarak tanam yang telah ditentukan. Adapun pemeliharaannya meliputi pengairan, pemupukan susulan, penyiangan, pembumbunan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). sawi pagoda memerlukan pengairan yang cukup selama pertumbuhannya, dan dilakukan penyiangan apabila banyak tumbuh gulma. penyiraman sebaiknya dilakukan saat pagi dan sore hari. untuk

 sawi pagoda dengan bentuk unik dan sangat menawan

4. Pengendalian Organisme Penggangggu Tumbuhan (OPT)
OPT utama yang menyerang tanaman pagoda adalah ulat daun kubis dan belalang. untuk penanaman di kebun rumahan penanganan manual tentunya lebih aman daripada menggunakan perstisida. pengecekan tiap hari tentunya akan meminimalisir serangan hama dan penyakit. Pengendaliannya dilakukan dengan cara sanitasi lahan, drainase yang baik, pemanfaatan Diadegma semiclausum sebagai parasitoid hama Plutella xlostella, penggunaan pestisida nabati, biopestisida, dan pestisida kimia bila diperlukan. Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan pestisida adalah tepat pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

5. Panen dan Pascapanen
Sawi pagoda dapat dipanen pada umur ± 45 hari setelah tanam. berat setiap tanaman bisa mencapai 200 gram. pemanenan dilakukan dengan cara mencabutnya dari akar, tangkai mudah patah jadi harus-hati-hati saat pengemasan.

 

Eksis dulu saya timbang berat 200 gram jadi diatas rata-rata umumnya 150 gram

terima kasih sudah membaca artikel kami, semoga bermanfaat dan untuk konsultasi dan sharing pengalaman bertani bisa lewat kolom komentar  ya

selamat berkebun semoga sukses selalu