Hidroponik Sistem Wick – Cocok Untuk Pemula

Hidroponik Sistem Wick – Cocok Untuk Pemula

Wick sistem adalah sistem hidroponik yang paling sederhana dan pembuatannya paling mudah dan murah. Sistem ini cocok bagi orang yang ingin mengenal prinsip hidroponik tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak dan berurusan sistem yang kompleks.

Sistem wick termasuk sistem hidroponik pasif, artinya tidak menggunakan sirkulasi aktif seperti pompa. Prinsip Wick sistem adalah tanaman tumbuh dengan menggunakan sumbu untuk membantu larutan nutrisi naik ke tanaman dengan memanfaatkan daya kapiler.

Ringkasan

  • Biaya : Murah
  • Tingkat Kesulitan : Mudah
  • Cocok untuk Tanaman : Sayuran Daun, Herbs, Tanaman Hias yang kecil. Tidak cocok untuk tanaman yang berbuah seperti cabai, tomat, dan sebagainya
  • Kelebihan : Cocok untuk pemula, tidak memerlukan perhitungan tempat yang memusingkan, dapat jadi hiasan
  • Kelemahan : Akar tanaman rentan busuk jika kebersihan wadah tidak dijaga dan air nutrisi jarang diganti
  • Kebutuhan Listrik : Tidak Perlu (kecuali menambah aerator, opsional)

Prinsip dan Cara Kerja

Sistem wick memanfaatkan daya kapilaritas air dengan bahan yang berserat seperti kain flanel. Kain flanel ini berfungsi sebagai sumbu (wicks) yang menghubungkan air dan media tanam akar tanaman.

Sebernarnya tidak hanya kain flanel yang dapat digunakan sebagai wick. Kain, tali yang berserat, dan bahan-bahan lain yang berserat dan mampu menyerap air dapat digunakan sebagai wick. Hanya saja penggunaan kain flanel sebagai wick karena kain flanel tidak mudah rusak jika dikenai air terus menerus dan harganya murah

Dengan daya kapiler, air merambat melalui kain flanel (wicks) menuju media tanam akar tanaman. Kemudian air yang dirambatkan melalui kain flanel diserap oleh akar tanaman.

Karena mengandalkan sistem pasif, pergerakan air menuju akar sangan lambat. Sistem wick hanya cocok untuk tanaman kecil seperti sayuran, herbs, dan tanaman hias kecil. Sistem wick tidak cocok untuk menanam tanaman buah yang menghabiskan air banyak seperti cabe, tomat, dan sebagainya.

Bahan – Bahan yang Diperlukan

  • Wadah : Bisa berupa wadah container yang penting dapat menampung air
  • Papan : Bisa dari impraboard atau sterofoam, saran saya lebih mudah menggunakan sterofoam karena gampang melubanginya tetapi kekurangannya mudah rusak dan berlumut jika lembab. untuk impraboard melubanginya agak susah karena keras, untuk melubanginya Anda perlu menggunakan bor dengan mata hole saw. Solder juga dapat digunakan untuk melubangi
  • Solder / Hole Saw : Untuk melubangi
  • Net pot: Untuk menyangga tanaman pada lubang pada papan. Dapat juga menggunakan gelas aqua atau sejenisnya yang memiliki bentuk dan prinsip serupa
  • Kain flanel : Sebagai wick
  • Aerator: Untuk supply oksigen dalam air (opsional)
  • pH meter: Untuk mengetahui pH air (opsional)
  • TDS / EC meter : Untuk mengetahui konsentrasi pupuk dalam air (opsional)

Pembuatan

Papan dari sterofoam atau impraboard Anda potong sesuaikan ukurannya dengan wadah supaya dapat menjadi tutup wadah. Kemudian lubangi papan dengan solder atau holesaw. Untuk sterofoam dapat menggunakan kawat yang dibentuk lingkaran dipanaskan.
Ukuran lubang disesuaikan dengan net pot atau gelas aqua yang digunakan. Yang penting ukuran lubang tidak kebesaran sehingga pot tidak jatuh. Jarak antar lubang 15 cm untuk sayuran sawi dan selada, 10 cm untuk kangkung dan bayam.
Jika menggunakan gelas aqua sebagai pot, Anda perlu melubang-lubangi dasar gelas aqua hingga menyerupai netpot agar akar dan kain flanel dapat menembus ke dalam gelas.
Biasanya kain flanel dijual dalam bentuk lembaran. Maka dari itu Anda perlu memotongnya menjadi seperti tali dengan ukuran lebar 2-3 cm dan panjang menyesuaikan dengan tinggi wadah yang digunakan.
Memasang Kain Flanel
Potonglah sepanjang 2x dari tinggi wadah agar satu tali dapat digunakan menjadi 2 sumbu. Kemudian tali kain flanel dipasangkan dengan dasar net pot seperti gambar di atas.

Perawatan

Perawatan tanaman hampir sama dengan perawatan tanaman pada umumnya. Setelah masa persemaian, tanaman baru dipindahkan ke sistem wick
Sebaiknya Anda perlu memiliki pH dan TDS/EC meter agar lebih mudah mengetahui secara pasti dan mengatur pemberian nutrisi pada tanaman. pH diatur secara rutin pada 5,5-6,8 dan TDS sekitar 600-1200 ppm atau EC 1,5-2.
Jika Anda tidak memiliki alat-alat tersebut sebenarnya tidak apa-apa, Anda tinggal mengikuti petunjuk dosis nutrisi ab mix yang ada.
Usahakan rutin mengecek air dalam wadah, dan cuci wadah dengan air bersih setiap mengganti atau mengisi ulang air nutrisi agar tidak mudah tumbuh penyakit. Setiap selesai digunakan, kain flanel juga perlu dicuci agar tidak menjadi sarang penyakit.
Kebutuhan sumbu kain flanel (wick) tergantung dari beberapa hal seperti, ukuran besar sistem, jenis tanaman, media tanam. Umumnya jika untuk sayuran daun dan menggunakan rockwool sebagai media tanam, maka perbandingannya minimal 2 sumbu per tanaman. Pastikan media tanam selalu kontak dengan kain flanel
Sistem Wick dengan Aerator
Untuk tumbuh, akar tanaman juga memerlukan oksigen terlarut. Jika anda ingin tanaman tumbuh bagus dan cepat besar, sebaiknya anda beri aerator pada wadah larutan nutrisi. Tidak dikasih aerator sebenarnya juga tidak apa apa karena akar sudah mengambil oksigen dari gap udara pada wadah. Tapi setidaknya sehari sekali anda obok obok larutan nutrisi nya supaya ada oksigen terlarut.

Modifikasi

Sistem wick juga dapat dibuat dengan menggunakan botol atau bahan-bahan lain yang dapat memenuhi prinsip wick seperti toples, bekas ember cat kecil, jerigen, dan lain-lain
Wick pada Botol
Untuk mengetahui sistem wick botol bekas, Anda dapat mengunjungi

sumber : http://taman-berkebun.blogspot.co.id/2015/07/hidroponik-sistem-wick.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.